Berita, Gambar dan Video Otomotif

Kisah Rifat Sungkar Sebut Dunia Balap Penuh Resiko

Elqady.net – Rifat Sungkar, yang merupakan pebalap Indonesia ini menyampaikan bahwa menjadi seorang pembalap merupakan pekerjaan yang penuh akan resiko berbahaya. Bahkan, pebalap tersebut menyampaikan bahwa ia pernah mengalami sebanyak 7 kali pengalaman pahit ketika melakoni balapan.

“Saya sudah sudah pernah 7 kali hampir mati sama kayak kucing impas. Mobil sudah 5 hancur,” ujarnya menceritakan pengalaman di balap.

Namun, pria tersebut juga menyampaikan bahwa mobil yang digunakan untuk dunia balap memang di desain lebih aman jika dibandingkan dengan kendaraan yang kerap melintas di jalanan.

“Di balapan speed-nya 2 kali lebih kenceng tapi safety-nya 5 kali lebih bagus. Kalau mobil balap ada 6 titik sabuk pengaman, di mobil biasa ada 2. Pakai helm juga, mobil balap ada besi-besi-nya, bangku balap itu buat keselamatan. Bagian dalam mobil balap pun jadi terlihat seperti sangkar burung,” jelasnya.

Seperti yang kita ketahui, bahwa Rifat Sungkar merupakan perelli yang memamg terlahir dari keluarh=ga yang juga menekuni tentang dunia balap. Bahkan untuk Rifat sendiri merupakan generasi ketiga yang memang menekuni dunia balap.

” Yang pertama balap kakek nenek juara tahun 1950-an, mereka saingan. Terus tahun 1980-an papa mama ketemunya pas balapan, romantis juga. Papa adiknya 3 mama 3 semuanya pebalap. Jadi kalau saya penyanyi salah berarti, saya waktu mulai balapan di umur 14 tahun,” ujarnya.

Ia juga memberikan saran kepada para pemuda untuk tidak melakukan balapan menggunakan sepeda motor dijalanan hanya karena ingin mengikuti para pebalap MotoGP yang biasa disaksikan ddi laayar televisi. “Menuju perjalanan itu banyak sekali pilihan yang bisa diambil. By the way kalau mau balapan asal ada izin orang tua,” ujarnya.

Maka dari itu, bagi orang awam yang ingin merasakan dunia balap, sebaiknya terlebih dahulu mereka mencobanya menggunakan gokar. “Karena gokar ini nggak ada suspensinya. Kalau mobil biasa belok suspensinya kerja baru dia belok, kalau gokar karena gia nggak ada suspensinya, apa yang kita perintah dia langsung belok. Kalau sudah bisa gokar yang lain mudah. Valentino Rossi aja mulainya dari gokar,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *