Berita, Gambar dan Video Otomotif

Tips dan Tanda Busi Yang Bermasalah

Tips dan Tanda Busi Yang Bermasalah

Elqady.net – Busi merupakan komponen penting di kendaraan dengan mesin motor bakar, baik roda dua maupun empat. Fungsi busi adalah memercikkan bunga api di ruang pengapian, yang diperlukan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi.

Bisa dipastikan jika ada yang tak sesuai, maka pengapian akan bermasalah. Apalagi bila busi mati, bisa dipastikan kinerja mesin pasti tidak akan maksimal. Sebenarnya, penggunaan busi baik di roda dua maupun empat memiliki fungsi yang sama. Namun yang membedakan adalah ketika terjadi kendala.

Contohnya untuk mesin 1 silinder, saat busi bermasalah akan langsung menyebabkan mesin mati, karena hanya ada satu titik pengapian dalam mesin. Berda saat mesin multi-silinder, misal pada mobil yang umumnya pakai 4 silinder.

Jika hanya 1 yang bermasalah, maka permasalahan yang biasa ditemui adalah mesin biasanya akan menjadi tersendat, namun masih tetap bisa menyala.

Komarudin, mekanik bengkel Sheila Motors di bilangan Pondok Gede, Jaktim mengatakan. “Busi itu tugasnya sebagai sistem pengapian pada kendaraan, busi juga berfungsi menjaga mesin selalu stabil. Selalu pastikan bahwa kondisi busi masih dalam keadaan prima tanpa masalah,” ujarnya.

Komarudin menjelaskan bahwa ada tiga ciri yang bisa dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penggantian busi. Langkah pertama apabila sudah aus, kedua terdapat endapan karbon, dan ketiga adanya endapan lain.

Busi yang kondisinya sudah berkerak di bagian ujungnya atau banyak kotoran, sudah harus diganti. Karena busi dengan kondisi seperti itu bisa membuat mesin jadi pincang, apalagi jika sampai mati.

“Kita sebagai pengguna kendaraan alangkah baiknya mengetahui tanda-tanda busi yang sudah tak layak pakai itu berdampak banyak bagi mesin, seperti menjadi pincang, brebet, kurangnya tenaga, mesin pun sering mati sendiri, sulit hidup dan tentunya akan membuat mesin jadi lebih boros, karena BBM tidak terbakar secara sempurna,” ucapnya.

Untuk mencegahnya disarankan untuk mengganti busi kurang lebih setiap 20.000 km, atau dilakukan pengecekan secara berkala di saat melakukan tune up. Angka ini berubah untuk yang sudah memakai busi tipe iridium ya, pasti lebih panjang lagi. Apabila kondisi busi masih baik, cukup dibersihkan agar pengapian tetap terjaga maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *